Banyak ilmuwan yang mungkin
terinspirasi dari karakter fiksi tersebut. Di tahun 2011-2012, sejumlah
ilmuwan menciptakan robot lengan yang mampu membantu penderita stroke
dan degeneratif syaraf ataxia mengangkat benda yang mereka butuhkan.
Beberapa waktu terakhir, ilmuwan dari
Jerman dan Korea menciptakan teknologi serupa, namun dengan fitur yang
lebih unggul dari robot-robot lengan yang sebelumnya pernah dibuat
peneliti. Alat yang diciptakan sang ilmuwan dari Korea University dan
Technical University (TU Berlin) tersebut dinamakan Exoskeleton.
Hal mendasar yang membedakan alat hasil
kolaborasi dua tim ilmuwan tersebut dari robot-robot lengan lainnya
terletak pada proses instalasi “chip” yang diperlukan untuk
mengendalikan si robot.
Untuk menggunakan lengan-lengan robot
tersebut, calon pengguna harus lebih dulu melakukan operasi otak
invasif, di mana dokter akan menanam partikel impuls listrik mini di
dalam otak mereka sebagai partikel pengendali saat tersambung dengan
kawat eksternal robot.
sumber: umm.ac.id