Rabu, 04 November 2015

Banyak ilmuwan yang mungkin terinspirasi dari karakter fiksi tersebut. Di tahun 2011-2012, sejumlah ilmuwan menciptakan robot lengan yang mampu membantu penderita stroke dan degeneratif syaraf ataxia mengangkat benda yang mereka butuhkan.
Beberapa waktu terakhir, ilmuwan dari Jerman dan Korea menciptakan teknologi serupa, namun dengan fitur yang lebih unggul dari robot-robot lengan yang sebelumnya pernah dibuat peneliti. Alat yang diciptakan sang ilmuwan dari Korea University dan Technical University (TU Berlin) tersebut dinamakan Exoskeleton.
Hal mendasar yang membedakan alat hasil kolaborasi dua tim ilmuwan tersebut dari robot-robot lengan lainnya terletak pada proses instalasi “chip” yang diperlukan untuk mengendalikan si robot.
Untuk menggunakan lengan-lengan robot tersebut, calon pengguna harus lebih dulu melakukan operasi otak invasif, di mana dokter akan menanam partikel impuls listrik mini di dalam otak mereka sebagai partikel pengendali saat tersambung dengan kawat eksternal robot.
 
sumber: umm.ac.id